Penyakit mental, gangguan dan perbedaan memang bukan hal baru yang terjadi dalam kehidupan kita. Kita tidak bisa menutup mata dan berpura-pura bahwa hal itu tidak ada. Orang-orang dengan gangguan mental tidak selayaknya dijauhi, namun perlu juga diperlakukan dengan baik. Berikut adalah 10 info menarik seputar gangguan mental yang semoga menjadi tambahan wacana agar tidak salah dalam memahami dan memperlakukan orang dengan gangguan mental.
10Obsessive Impulsive Disorder
Banyak yang mengira bahwa orang dengan OCD biasanya selalu terobsesi dengan bahaya kuman dan sangat perduli dengan kerapian dan kebersihan. Mereka mengulang-ulang pikiran yang tidak diinginkan dan menemukan sesuatu yang menggnggu atau tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Mereka juga berpikir bahwa melakukan beberapa kegiatan tertentu akan menyingkirkan bahaya, dengan begitu mereka akan merasa lebih tenang, dengan menjaga rumah dan memeriksa bahwa pintu terkunci, memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi dan lain sebagainya, sehingga memaksa pikiran mereka untuk seolah-olah tenang namun tidak bisa tenang untuk waktu yang lama sehingga kegiatan ini diulang terus menerus. Jadi sebenarnya, OCD tidak selalu tentang kecemasan terhadap kuman melainkan kecemasan-kecemasan berlebihan yang membuat penderitanya tidak bisa tenang.
9Autisme
Banyak yang menganggap bahwa autisme adalah penyakit dimana pengidapnya secara permanen memiliki dunia mereka sendiri sehingga mereka tidak dapat berbicara atau berinteraksi dengan orang lain, membuat ulah tak jelas dan tak akan pernah menjadi bagian dari masyarakat normal. Gejala autisme sudah mulai Nampak pada usia tiga tahun, yakni mempengaruhi interaksi sosial, komunikasi verbal dan non verbal serta gangguan perilaku. Gejalanya bisa bermacam-macam tergantung individu. Hingga saat ini belum diketahui jelas apa penyebab autisme, berbagai ahli mengemukakan berbagai pendapat yang antara lain adalah hubungan vaksinasi autis MMR (Mumps, Measles, Rubella) dengan autisme padahal tidak ditemukan satupun bukti atas pernyataan tersebut. Beberapa ahli juga mengatakan bahwa faktor lain penyebab autisme adalah factor genetik, jika suatu keluarga memiliki anak autis, maka kemungkinan akan memiliki anak autisme lagi sebesar 3-8%.
8Attention Deficit Hyperactivity Disorder
ADHD adalah gangguan pemusatan perhatian pada anak yang timbul pada masa perkembangan dini (sebelum 7 tahun) dengan ciri utama tidak mampu memusatkan perhatian, hiperaktif dan impulsive. Ciri-cirinya antara lain kemampuan akademik tidak optimal, kecerobohan dalam hubungan sosial, kesembronoan dalam menghadapi situasi berbahaya dan sikap melanggar tata tertib secara impulsif. Biasanya anak akan mengalami kesulitan konsentrasi belajar, mendengarkan guru, selalu bergerak dan tidak bisa tenang, serta melakukan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu.
7Multiple Personality Disorder
Mitosnya, orang dengan Multiple Personality Disorder atau Dissociative Identity Disorder atau Kepribadian Ganda akan secara radikal mengubah perilaku mereka dan kehilangan memori apa saja yang baru terjadi ketika mereka beralih kepribadian. Contoh, dari periang seketika berubah menjadi pemurung, dari penyabar tiba-tiba menjadi pemarah. Sebenarnya, orang dengan DID bisa memiliki dua hingga seratus kepribadian yang berbeda dan secara bergantian mengambil alih tubuh mereka. Perubahan tidak selalu menyebabkan perubahan besar, bisa terlihat dalam penampilan atau perilaku, hingga pengamat bahkan tidak menyadari keberadaan mereka. Kepribadian tersebut tidak memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang apa yang terjadi di salah satu kepribadian yang bertanggung jawab, seperti amnesia, tetapi mungkin mereka menyadari apa yang terjadi namun tidak bisa secara aktif terlibat. Beberapa penderita DID ini memilih untuk tidak melakukan terapi untuk menghilangkan peralihan kepribadian karena mereka merasa bahwa bisa hidup selaras dengan beberapa kepribadian dan bersinergi sebagai tim yang saling melengkapi.
6Selective Mutism
Dulunya disebut Elective Mutism, adalah sejenis gangguan yang muncul pada anak usia dini. Seseorang dengan sifat bisu selektif ini akan memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dan memilih tidak berbicara. Mayoritas penderita ini juga mengalami gangguan kecemasan sosial dan keheningan. Hal ini tampaknya menjadi salah satu cara mereka untuk mengatai situasi stress. Jika menjumpai anak dengan gejala seperti ini, sebaiknya tidak menghukumnya karena tidak mau bicara karena akan membuat anak semakin cemas dan membuat mereka sama sekali tidak mau bicara.
5Schizophrenia
Pernahkah anda menyaksikan film “A Beautiful Mind” yang dibintangi oleh Russel Crow? Film ini menceritakan kisah seorang pria yang mengidap penyakit Schizoprenia, dimana dia merasa mendengar suara-suara dan menganggap dirinya adalah seorang mata-mata rahasia. Schizophrenia terdiri dari halusinasi dan delusi. Mereka mengalami halusinasi dengan merasa benar-benar melihar atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Delusi dimana mereka percaya akan ide-ide realistis dengan pikiran teratur, mereka bisa saja merasa diri mereka adalah orang lain, misal seorang agen mata-mata rahasia, seorang anggota DPR, atau lainnya. Schizophrenia memang sebuah gangguan rumit dengan berbagai gejala.
4Antisocial Personality Disorder
Antisocial personality disorder atau gangguan pribadi yang anti sosial didiagnosis pada orang dewasa yang secara konsisten mengabaikan hak orang lain dengan berperilaku kasar, keras, berbohong, mencuri atau secara umum bertindak sembarangan tanpa mempertimbangkan keselamatan diri sendiri atau orang lain. Merkea cenderung extrovert dan sangat berbalik dengan tipe anti sosial yang telah salah kaprah diartikan oleh masyarakat luas, bahwa mereka enggan berpartisipasi dalam situasi sosial.
3Dyslexia
Penderita disleksia memiliki kesulitan dalam membaca, karena kata-kata yang tersusun terlihat seperti rusak, terbolak-balik atau mundur. Hal ini terjadi karena kebingungan saat mereka mencoba mencari tahu sebuah kata, mereka mencampur huruf atau suara, bingung antara kiri dan kanan dan menghadapi kesulitan dalam mengeja. Namun jika penderita disleksia diajarkan membaca oleh seseorang yang paham akan disleksia, mereka dapat belajar membaca dengan baik.
2Self Injury
Mitos yang beredar meyakini bahwa orang yang sengaja memotong, membakar atau melukai diri sendiri bahkan upaya bunuh diri adalah usaha yang dilakukan dalam mencari perhatian. Banyak orang terutama para remaja yang melakukan hal ini seriring tuntutan social, gangguan metal serta derita batin yang mereka alami. Self Injury untuk menarik perhatian mungkin memang berlaku bagi beberapa orang namun sebagian besar mereka akan berusaha menyembunyikan luka-luka mereka dengan memakai baju lengan panjang atau pakaian serba tertutup. Beberapa penderita self injury sangat ingin seseorang untuk mencari tahu tentang perilaku menyimpang mereka sehingga mendapatkan perhatian dan bantuan yang mereka inginkan. Menyedihkan, karena harus menyakiti dan merugikan diri sendiri untuk mendapat perhatian yang dibutuhkan.
1Semua Gangguan Mental
Banyak yang masih percaya bahwa penyakit mental semua dibayangkan oleh penderitanya atau bahwa yang menderita penyakit mental tidak bisa benar-benar mengalaminya. Kebanyakan gangguan mental disebabkan oleh perbedaan dalam otak atau ketidakseimbangan bahan kima. Bahkan ketika itu adalah alasan non-fisik, sangat sulit untuk belajar pola pikiran atau kebiasaan apapun juga, gangguan itu dapat menghentikan seseorang dari mencoba untuk mendapatkan bantuan orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar